Text
Gereja dan Persoalan-Persoalan di Sekitar LGBT
Pusat Studi Teologi Feminis dari Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana berinisiatif untuk membuat buku tentang isu LGBT untuk memberikan pemahaman tentang apa dan bagaimana LGBT itu dan bagaimana seharusnya sikap gereja terhadap mereka. Beberapa tulisan dalam buku ini membahas dari beberapa perspektif yang akan memperkaya pemahaman kita.
Pembicaraan seputar topik LGBT masih menuai sikap pro dan kontra di berbagai kalangan, kendati persoalan LGBT sudah ada ratusan tahun sebelumnya bahkan sudah ada 20 dari 204 negara yang telah melegalkan pernikahan sejenis. Alasan dilegalkannya pernikahan sejenis adalah karena ini adalah hak asasi setiap orang dan ini adalah pilihan bebas mereka, sejauh itu tidak merugikan orang lain. Tindakan ini lalu menuai reaksi yang keras dari gereja-gereja yang menolak LGBT, termasuk gereja-gereja di Indonesia, yang didasarkan pada beberapa teks Alkitab yang melarang hubungan sesama jenis. Pada umumnya gereja-gereja yang menolak, memandang LGBT sebagai dosa dan dikutuk Tuhan. Mereka tidak hanya ditolak tetapi juga dibenci karena adanya ketakutan akan terjadinya penularan terhadap mereka yang sebelumnya heteroseksual lalu menjadi homoseksual, karena tidak semua mereka yang homoseksual adalah karena bawaan lahir (genetik), melainkan juga karena pengaruh lingkungan.
Sikap penolakan terhadap LGBT kemudian menimbulkan pergumulan yang berat bagi kaum LGBT, mereka mengalami stigma negatif, sanksi sosial, tidak bisa bekerja di beberapa lembaga, bahkan mengalami penganiayaan dan pembunuhan dari orang-orang di sekitar mereka. Mereka tidak hanya ditolak oleh masyarakat tetapi juga oleh keluarga mereka sendiri, bahkan oleh Tuhan, sehingga membuat mereka juga menolak diri mereka.
| 0011280 | 248.845 NAT G.1 | My Library | Available |
No other version available